Hmm..., sebenarnya sih sekarang bukan saat yang tepat untuk menilai UN tuh penting ato nggak. Bagaimanapun, Pemerintah udah mengambil kebijakan untuk menerapkan UAN sebagai salah satu bentuk evaluasi pendidikan.
Menurut Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 153/U/2003 tentang Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran 2003/2004 disebutkan bahwa tujuan UAN adalah untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik melalui pemberian tes pada siswa sekolah lanjutan tingkat pertama dan sekolah lanjutan tingkat atas. Selain itu UAN bertujuan untuk mengukur mutu pendidikan dan mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, sampai tingkat sekolah.
Sampai saat ini, bisa dikatakan UAN merupakan salah satu bentuk evaluasi belajar pada akhir tahun pelajaran yang diterapkan pada beberapa mata pelajaran yang dianggap 'penting' (emang ada yah pelajaran yang nggak penting???)
well, seperti saya bilang tadi, debat tentang penting-nggaknya UN lebih baik kita
Pertama, yang harus dimiliki oleh para siswa adalah optimisme, keyakinan diri. Motivasi dalam diri sangat penting karena gimana mau sukses menjalani UN kalau nggak ada kemauan untuk berhasil menghadapi UAN. Motivasi tiap siswa memang nggak sama, mungkin kita ingin kuliah di Kedokteran UI / dapet beasiswa ke Mesir. Nah, ingatkan terus diri kita bahwa UN merupakan salah satu jalan menuju kesana! Yang nggak kalah penting adalah belajar dan berdoa. Ora et Labora!
Persiapan fisik udah, batin udah. Selanjutnya, peranan keluarga. Pihak keluarga merupakan tempat paling dekat dengan siswa. Semua anggota keluarga harus bisa menciptakan suasana yang nyaman untuk belajar. Rasa aman dan keakraban juga diperlukan untuk menjaga perasaan siswa sehingga siswa tidak mengalami gangguan dan dapat mempengaruhi konsentrasi belajarnya. Selain itu, orang tua senantiasa mengontrol perkembangan hasil belajar anaknya. Mulai dari ulangan harian sampai try out menjelang UAN. Sehingga orang tua bisa memahami kesulitan apa yang dihadapi anaknya dan berusaha mencari solusi kesulitas tersebut. Pihak keluarga sangat berperan untuk mempersiapkan mental siswa apabila hasil UAN tidak sesuai dengan harapan. Kekuatan iman sedang diuji apakah ikhlas menerima keputusan yang diberikan Allah SWT.
Tidak ketinggalan, pihak sekolah tentu juga berperan dalam membangun semangat berjuang para siswanya. Guru memberikan strategi belajar yang mudah untuk menyelesaikan soal2 UAN dengan cepat dan tepat < tentunya hal ini dilakukan sebelum UN, bukan saat hari-H, ^_^ > Selain itu, guru dapat memberikan buku panduan sesuai dengan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) dan membahasnya bersama siswa agar mereka memahami pelajaran yang ada.
Ketiga hal di atas bersatu dan hasil akhir tentunya tergantung dari keputusan Sang Sutradara, Allah SWT. Seluruh rencana dan ikhtiar yang telah dilakukan tidak akan terwujud tanpa campur tangan Yang Maha Kuasa..
0 komentar:
Posting Komentar